EKOWISATA MANGROVE PASAR BANGI KABUPATEN REMBANG

 

EKOWISATA MANGROVE PASAR BANGI KABUPATEN REMBANG

Dr. Tjaturahono Budi Sanjoto M.Si.

Email : tjatur@mail.unnes.ac.id

Pengantar

Pada tanggal 10 dan 11 Maret 2017, Dosen Jurusan Geografi UNNES melakukan kegiatan outdoor studi untuk meningkatkan kemampuan dalam pembimbingan lapangan KKL mahasiswa. Lokasi yang dituju adalah (1) Gunung Muria, Gunung Patiayam, dan Gunung Lasem, (2) Zona Depresi Semarang-Rembang, dan (3) Studi Karakteristik Pantai Kabupaten Rembang yang terdiri atas Pantai Karang Jahe, Pantai Sluke, dan Pantai Pasarbangi. Tulisan berikut mengupas tentang potensi Pantai Pasarbagi sebagai model pengelolaan wilayah pesisir yang dinilai berhasil dilakukan dengan baik.

Wilayah Pesisir Rembang

Salah satu problem wilayah pesisir adalah adanya erosi dan akresi yang terjadi sebagai akibat proses hidrooceanografis di lokasi tersebut. Banyak wilayah yang hilang akibat erosi/abrasi, sehingga ratusan hektar tambak dan permukian hilang. Kasus hilangnya dua dusun di Desa Bedono yang terletak di Pantai Sayung Kabupaten Demak menjadi pembelajaran bagi kita betapa pentingnya mengelola kita pesisir yang berkesinambungan (sustainable coastal management).

Mengelola pesisir bukanlah perkara mudah, karena melibatkan banyak hal seperti keterlibatan antar daerah pesisir, antar stakeholder, dan antar disiplin ilmu. Pembangunan aktifitas ekonomi di suatu tempat di wilayah pesisir akan berdampak pada wilayah pesisir yang lain dan inilah uniknya wilayah pesisir. Kasus pembangunan dermaga pabrik kayu lapis di Pantai Kaliwungu Kendal ternyata berdampak pada abrasi di pantai Mangkang Kota Semarang. Sebaliknya pembangunan reklamasi pantai serta pembangunan Jetty untuk melindungi Pelabuhan Tanjung Mas, ternyata berdampak meningkatnya abrasi di Sayung Demak.

Kabupaten Rembang mempunyai pantai dengan material yang bervariasi dan menarik untuk menjadi bahan kajian akademis. Di sebelah timur terdapat Pantai Sluke dengan karakteristik sebagai pantai berbatu, di bagian tengah terdapat Pantai Karang Jahe dengan dominasi materialnya berupa pasir putih dan di bagian barat terdapat Pantai Pasar Bangi dengan materialnya berupa lumpur. Ketiga-tiganya sudah dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata pantai yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru.

Geomorfologi Kepesisiran Pantai Pasar Bangi

Pesisir Pasar Bangi berada di sel sedimen antara Sluke hingga Batangan. Pada sel sedimen tersebut arus dominan ke arah barat. Morfologi pesisir Pasar Bangi berbentuk teluk hal ini disebabkan karena pengaruh erosi yang terjadi sampai akhirnya dilakukan rehabilitasi pantai dengan penanaman mangrove. Hal ini bisa  dilihat dari sebaran sedimen yang berasal dari sungai Jembangan, tampak lebih banyak tertranspor ke arah barat. Endapan sedimen ini akan menjadi substrat yang baik untuk ditanami mangrove, sehingga dimungkinkan garis pantai wilayah ini akan dapat dikembalikan ke asal semula. Teknik hybrid engineering yang dikembangkan di pesisir desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Demak barangkali bisa dikembangkan di wilayah ini untuk mempercepat restorasi wilayah pesisir kembali seperti semula.

Penelitian yang dilakukan Widada (2016) tentang pasang surut  berdasarkan hasil analisa Admiralty adalah nilai muka laut rerata (MSL) adalah 122,13 cm, LLWL atau muka laut rendah terendah 45,50 cm dan nilai muka laut tinggi tertinggi HHWL adalah 198,75 cm. Nilai muka laut rerata (MSL) dari nilai muka laut rendah terendah adalah 76,63 cm. Sedangkan dari nilai bilangan Formzahl (Nilai F =7,21) maka dapat disimpulkan bahwa jenis pasut disekitar perairan Rembang, Jawa Tengah adalah tipe harian tunggal.

Pengaruh gaya pasang surut mempengaruhi peristiwa abrasi dan sedimentasi. Wilayah yang mengalami peristiwa pasang surut harian ganda atau pasut surut tipe campuran condong ke ganda memiliki pengaruh yang berbeda dengan wilayah yang hanya mengalami pasang surut harian tunggal, dimana wilayah yang memiliki pasang surut tipe harian ganda dan campuran condong ke ganda mengalami proses transportasi sedimen yang lebih dinamis jika dibandingkan dengan pasang surut harian tunggal.

Ekowisata Mangrove Pasar Bangi

Di Pantai Pasar Bangi, atraksi wisata pantai yang disajikan adalah Ekowisata Mangrove. Mangrove tumbuh di daerah Pantai Pasar Bangi merupakan hasil upaya pemerintah dalam rangka merehabilitasi dan merestorasi pantai di daerah setempat. Setyawan dan Winarno (2006) menyatakan bahwa Mangrove yang ada di Kabupaten Rembang, mulai yang di pantai Lasem, Pantai Pecangakan hingga Pantai Pasar Bangi ddominasi oleh Mangrove jenis Rhizopora dengan beberapa tegakan jenis Sonneratia dan Avecennia. Hasil pengamatan lapangan tanggal 10 Maret 2017 di Pantai Pasar Bangi,  vegetasi Mangrove jenis Rhizopora mendominasi di wilayah ini.

Ekosistem Mangrove yang berkembang di Pantai Pasar Bangi mempunyai lebar mencapai 100-300 m. Jenis  Rhizophora dan Avicennia merupakan tumbuhan yang sering dipilih untuk restorasi dan rehabilitasi mangrove, karena terkait dengan bentuk perakarannya yang khas yang biasa dinamakan sebagai akar tongkat. Tumbuhan ini cenderung membutuhkan area yang luas untuk pertumbuhannya. Di Pasar Bangi, spesies Rhizophora yang dipilih adalah Rhizophora stylosa (bakau putih) karena lebih mudah dijumpai dan pada awal program restorasi tahun 1980-an merupakan spesies yang banyak ditanam. Saat ini hasilnya sudah menyerupai hutan kembali dan banyak burung Kuntul (Egretta alba) mencari makan di daerah mangrove Pasar Bangi.

Ekosistem mangrove di kawasan Pasar Bangi relatif terjaga mengingat adanya perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan kelompok-kelompok tani yang memiliki hak mengelolanya, yakni terdapat kesepakatan bahwa setiap luasan hutan yang dibuka harus didahului dengan penanaman mangrove hingga kondisi mapan pada dataran lumpur dan pasir di arah laut. Namun kawasan ini tidak bebas sama sekali dari ancaman penebangan, terdapat pencurian kayu untuk bangunan rumah maupun kayu bakar, meskipun demikian besarnya peran kelompok tani dapat meminimalkan ancaman tersebut. Adanya peraturan Desa yang terpampang di beberapa tempat, termasuk di tengah hutan, menjadi alat yang ampuh di dalam menjaga kelestarian hutan ini dan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal dalam pengelolaan wilayah pesisir.

Pola Sebaran Sumberdaya di Pesisir Pasar Bangi

Menuju ke kawasan Mangrove Pasar Bangi, kita harus berjalan sepanjang 500 meter di tengah hamparan pertambakan. Setelah mencapai pinggir hutan mangrove kita bisa memasuki ke dalam hutan melalui track jembatan kayu yang panjang hingga keluar mencapai perairan laut.  Keluar dari hutan Mangrove kita disajikan adanya bentangan lahan yang ditanami tumbuhan mangrove muda dengan kisaran usia hingga 2 tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa kegiatan rehabilitasi pantai dengan menanam mangrove di Pasar Bangi masih terus dilakukan. Dengan demikian diharapkan Hutan Mangrove menjadi lebih lebar lagi.

Salah satu fungsi ekologis hutan mangrove yaitu sebagai sediment trap terbukti dengan rendahnya tingkat kekeruhan pada perairan pantai tersebut. Di samping sebagai sediment trap, fungsi hutan mangrove adalah sebagai penahan dan peredam energi gelombang, sehingga meminimalisir terjadinya erosi pantai. Kondisi ini akan menyebabkan pantai menjadi stabil. Fungsi mangrove sebagai sabuk pantai (Coastal Green Belt) akan melindungai lahan tambak dari  proses erosi pantai sehingga terjaga eksistensinya. Pengelolaan Pesisir di Pantai Pasar Bangi sudah mengikuti kaidah Zonasi Pemanfaatan Daratan dan Pesisir yang terpadu seperti contoh gambar di bawah ini.

                                                                                                    Gambar Model Pemanfaat Lahan Terpadu di wilayah Pesisir

Penutup

Sifat perairan pesisir yang Liquid sehingga berpengaruh sekali terhadap kestabilan pantai, memerlukan perhatian kita semua agar didalam pengelolaan pantai dilakukan secara hati-hati.  Pengelolaan wilayah pesisir terpadu kiranya menjadi pilihan yang paling tepat. Pada kondisi ini posisi ekosistem mangrove perlu dijaga untuk diposisikan sebagai pelindung pantai.

Fungsi ekologis dari mangrove sangat besar manfaatnya, yaitu dapat memberikan jasa lingkungan berupa ekowisata. Pengembangan ekowisata, disamping memberikan pendapatan asli daerah pada pemerintah juga menjaga kestabilan pantai.

Daftar Pustaka

Setyawan, Ahmad D.,  Kusumo W., 2006. Permasalahan Konservasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. B I O D I V E R S I T A S Volume 7, Nomor 2 Halaman: 159-163. ISSN: 1412-033X

 Widada, Sugeng. 2016. Kondisi Geologi Lingkungan di Wilayah Pesisir Sluke. Jurnal Kelautan Tropis Maret 2016 Vol. 19(1):67–75. ISSN 0853-7291

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *