WORKSHOP OPTIMALISASI PEMANFAATAN LABORATORIUM TAHUN 2017

Berdasarkan kurikulum KKNI program studi Pendidikan Geografi-S1, Geografi-S1, dan Survei Pemetaan

Wilayah-D3 tahun 2017, untuk menghasilkan capaian pembelajaran yang diharapkan beberapa mata kuliah

membutuhkan dukungan kegiatan praktik laboratorium.Praktikum di laboratorium merupakan bentuk

pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa dibawah bimbingan dosen untuk menerapkan konsep-konsep

yang telah dipelajari sebelumnya, sehingga dengan kegiatan praktik laboratorium mahasiswa akan

memperoleh keterampilan dan skill yang dibutuhkan sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.

Kegiatan praktik laboratorium tidak dapat dilepaskan dengan komponen perencanaan, bahan, peralatan

praktik, dan manajemen. Disamping itu model pelaksanaan praktikum laboratorium terhadap beberapa mata

kuliah yang telah dilakukan selama ini belum menggunakan model yang baku dan seragam. Sebagai Pembicara adalah Dr. Purwadi Suhandini S.U beliau menyampaikan tentang tema hidrografi dan alat untuk mengukur limpasan.  Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2017.

Menghitung limpasan permukaan (run off) pada suatu areal lahan penting untuk maksud perencanaan penggunaan lahan. Dari perhitungan pendugaan runoff itu dapat dibuat perencanaan untuk berbagai hal, salah satunya adalah upaya apa yang dapat dilakukan dalam rangka mengendalikan runoff dan erosi tanah. Selain itu, para perencana dapat merencanakan pembuatan waduk, palung atau hanya cekdam atau embung dalam rangka melakukan konservasi air. Dengan demikian, perencanaan yang holistik dapat dibuat, dalam rangka membangun ramah lingkungan.
Dengan menggunakan rumus Rasional, pendugaan debit air limpasan dapat dilakukan dengan mudah. Debit air limpasan adalah volume air hujan per satuan waktu yang tidak mengalami infiltrasi sehingga harus dialirkan melalui saluran drainase. Debit air limpasan terdiri dari tiga komponen yaitu Koefisien Run Off ( C ), Data Intensitas Curah Hujan (I), dan Catchment Area (Aca).
Koefisien yang digunakan untuk menunjukkan berapa bagian dari air hujan yang harus dialirkan melalui saluran drainase karena tidak mengalami penyerapan ke dalam tanah (infiltrasi). Koefisien ini berkisar antara 0-1 yang disesuaikan dengan kepadatan penduduk di daerah tersebut. Semakin padat penduduknya maka koefisien Run-Offnya akan semakin besar sehingga debit air yang harus dialirkan oleh saluran drainase tersebut akan semakin besar pula.
Intensitas hujan adalah tinggi curah hujan dalam periode tertentu yang dinyatakan dalam satuan mm/jam. Dalam studi ini, rumus empiris untuk menghitung intensitas hujan dalam menentukan debit puncak dengan metode Rasional Modifikasi, digunakan rumus Mononobe. Hal ini dikarenakan menyesuaikan dengan kondisi luas wilayahnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *