Seminar Study Fenomena Geosfer II Di pulau Karimunjawa

Kuliah Kerja Lapangan (STUDI FENOMENA GEOSFER) 2 ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal Universitas Negeri Semarang yang diadakan pada semester ganjil. STUDI FENOMENA GEOSFER 2 merupakansalah satu mata kuliah prodi yang harus diambil pada Prodi Geografi, Jurusan Geografi  Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari teori- teori yang didapat dari perkuliahan.Karena Geografi merupakan bidang ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena Geosfer, maka merupakan sesuatu yang penting bagi mahasiswa mengetahui aktualisasi atas teori-teori yang didapat dikelas.Jadi dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa lebih dapat memahami, mempelajari dan menerapkan teori-teori geografi secara langsung di lapangan. STUDI FENOMENA GEOSFER 2 ini diadakan untuk membantu mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa, khususnya mahasiswa Jurusan Geografi agar mampu mempraktekan materi yang didapat dengan pemahaman yang tinggi baik sebagai tenaga pengajar maupun dalam bidang Geografi murni.

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimun Jawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimun Jawa ditemukan oleh Sunan Muria. Legenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun. Karimun Jawa terletak di Laut Jawa, utara Jepara, Jawa Tengah. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau yang berpenghuni, yaitu:

  1. Karimunjawa
  2. Kemujan
  3. Nyamuk
  4. Parang
  5. Genting
  6. Yang tidak berpenghuni:
  7. Menjangan Besar
  8. Menjangan Kecil
  9. Cemara Besar
  10. Cemara Kecil
  11. Geleyang
  12. Burung
  13. Bengkoang
  14. Kembar
  15. Katang
  16. Krakal Besar
  17. Krakal Kecil
  18. Sintok
  19. Mrican
  20. Tengah
  21. Pinggir
  22. Cilik
  23. Gundul
  24. Seruni
  25. Tambangan
  26. Cendekian
  27. Kumbang

Kajian utama dalam proposal ini adalah kajian tentang abrasi dan akresi di daerah karimun jawa, berikut merupakan deskripsi mengenai abrasi dan akresi. Abrasi adalah kerusakan garis pantai akibat terlepasnya material pantai, seperti pasir atau lempung yang terus menerus dihantam oleh gelombang laut atau dikarenakan oleh terjadinya perubahan keseimbangan angkutan sedimen di perairan pantai (Hang Tuah dalam fajri, 2012) sedangkan Akresi pantai adalah perubahan garis pantai menuju laut lepas karena adanya proses sedimentasi dari daratan atau sungai menuju arah laut. Proses sedimentasi di daratan dapat disebabkan oleh pembukaan areal lahan, limpasan air tawar dengan volume yang besar karena hujan yang berkepanjangan dan proses transport sedimen dari badan sungai menuju laut.

Untuk itu dipandang perlu adanya Studi Fenomena Geografi 2 untuk mengetahui seberapa besar perubahan garis pantai di karimun jawa sebagai bahan tambahan kajian untuk dijadikan referensi dalam pengkajian terkait permasalahan perubahan garis pantai di karimun jawa, kabupaten jepara, provinsi jawa tengah.

Studi fenomena geografi (SFG) ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal Universitas Negeri Semarang yang diadakan di semester ganjil. SFG merupakan salah satu mata kuliah prodi yang harus diambil pada Prodi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Soaial Universitas Negeri Semarang.

Kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari teori-teori yang didapat dari perkuliahan. Karena Geografi merupakan bidang ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena Geosfer. Maka merupakan sesuatu yang penting bagi mahasiswa mengetahui aktualisasi atas teori-teori yang didapat dikelas. Jadi dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih memahami, mempelajari dan menerapkan teori-teori geografi secara langsung di lapangan.

Studi fenomena geografi (SFG) ini diadakan untuk membantu mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan Geografi agar mampu mempraktikan materi yang didapat dengan pemahaman yang tinggi baik sebagai tenaga pengajar maupun dalam bidang Pendidikan Geografi.

Studi fenomena geografi 2 Tahun 2017  ini dilaksanakan pada hari rabu 4 Oktober – minggu 7 Oktober 2017 dan mengambil tempat penelitian di pulau Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki fenomena fenomena alam yang kompleks dan menarik dilihat dari segi geografis

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

[+] kaskus emoticons nartzco

Skip to toolbar