Seminar Study Fenomena Geosfer 1 di Yogyakarta dan sekitarnya

Secara topikal KKL 1 Pendidikan Geografi 2016 ini mengambil tema “Implementasi Studi Fenomena Geosfer Melalui Kuliah Kerja Lapangan Untuk Bidang Kependidikan”. Kelompok 3 rombel 2 lebih khusus mendapat tambahan target luaran berupa video pembelajaran dengan topik Fenomena Geosfer Telaga Namberan.

Tema “Implementasi Studi Fenomena Geosfer Melalui Kuliah Kerja Lapangan Untuk Bidang Kependidikan” ini penting untuk diangkat karena kaitannya sebagai calon pengajar kelak, maka sudah seharusnya calon pengajar memiliki wawasan yang luas. Dan ketika mengajar siswanya  nanti akan melakukan pembelajaran yang scientific. Dimana pengajar tidak hanya mengajarkan teori saja, tapi dapat menghubungkannya dengan realita pengukuran di lapangan yang pernah dilakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya KKL 1 yang berbasis ilmiah ini dilakukan agar nantinya ketika calon pengajar mengajar, siswa dapat berpikir kritis dan berbasis ilmiah.

 

Pertanyaan-pertanyaan penelitian :

  1. Bagaimanakah kondisi fisik bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  2. Bagaimanakah kondisi rtist ekonomi masyarakat pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  3. Bagaimanakah tinjauan keruangan terhadap fenomena geografis pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  4. Bagaimanakah tinjauan kelingkungan terhadap fenomena geografis pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  5. Bagaimanakah tinjauan kewilayahan terhadap fenomena geografis pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  6. Potensi apa sajakah yang terdapat pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis yang dapat digali untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk di daerah tersebut?
  7. Vegetasi apa sajakah yang terdapat pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  8. Bagaimana pola pemukiman yang ada di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?
  9. Bagaimana pola pertanian yang di terapkan di setiap wilayah Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis, sebagai sumber belajar geografi?

10.Bagaimana pemanfaatan yang ada pada bentang lahan di Lereng Gunung Merapi sampai Parangtritis?

 

1.2 LATAR BELAKANG

Kuliah kerja lapangan merupakan kegitan pembelajaran diluar kelas sebagai sarana membuktikan teori yang didapat diperkuliahan dengan praktek di lapangan dengan melakukan berbagai pengukuran fisik maupun sosial.

Kuliah kerja lapangan  (KKL 1) merupakan paket wajib kurikulum S-1 Prodi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, FIS-UNNES, sehingga tujuan KKL diarahkan untuk mendukung tujuan pendidikan yang ada. Materi yang tercakup dalam KKL ini merupakan suatu kumpulan teori-teori dan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan aplikasi pengetahuan geografi untuk suatu kegiatan perencanaan pada ruang geografis tertentu (atau wilayah tertentu).

Secara teoritis, ilmu geografi membekali mahasiswa untuk dapat mencermati sifat dan ciri suatu wilayah. Identifikasi dan inventarisasi potensi sumberdaya, kebutuhan dasar, dan persoalan-persoalan wilayah merupakan langkah awal yang sangat diperlukan sebelum seluruh rangkaian kegiatan perencanaan dilaksanakan. Dengan demikian,  KKL kali ini yang mengambil tema “ Implementasi Studi Fenomena Geogsfer Melalui Kuliah Kerja Lapangan Untuk Bidang Kependidikan”. Kita mengambil tema tersebut agar Mahasiswa dapat mengimplementasikan hasil penelitian dari berbagai fenomena geosfer yang kita teliti dalam kuliah kerja lapangan untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalaman nyata sebagai bahan ajar kita sebagai calon tenaga pendidik nantinya.

Dalam kuliah kerja lapangan yang dilaksanakan di daerah Yogyakarta para Mahasiswa diarahkan untuk dapat melakukan penelitian guna membuktikan berbagai teori yang sudah didapatkan selama perkuliahan. Terlepas dari itu semua, Indonesia sendiri merupakan rtist besar dengan kekayaaan alam, budaya, tradisi dan adat istiadat yang luar biasa serta dengan kondisi alam disetiap daerahnya yang berbeda – beda dan mempunayi ciri khas masing – masing menjadikan Indonesia rtist yang sangat menarik untuk diteliti. Keadaan morfologi daerah – daerah di Indonesia yang sangat menarik untuk dipahami dan diteliti menjadikan adanya kuliah kerja lapangan ini, dan salah satu tempat yang menjadi objek kajian pada kuliah kerja lapangan tersebut yaitu daerah Yogyakarta dan sekitarnya, hal ini dikarenakan rtistic merupakan daerah yang kompleks dan lengkap untuk dikaji dalam bidang geografinya. Banyak tempat atau objek yang memiliki keunikan dan proses terjadinya yang dapat dikaitkan dengan teori yang sudah ada sehingga sangat membantu dalam dunia pendidikan.

Nantinya hasil dari kegiatan kuliah kerja lapangan ini diharapkan dapat membantu proses belajar mengajar dan dapat menjadi landasan atau patokan untuk membuat media pembelajaran. Sebagai seorang calon pendidik tentunya output atau keluaran atau hasil dari adanya sebuah penelitian dan pengamatan tidak jauh – jauh dari membuat media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didiknya. Pendidik sendiri memegang peran penting untuk mengajarkan kepada siswanya agar dapat memahami materi dengan mudah dan tidak hanya sebatas mengajarkan teori tanpa mengetahui keadaan atau kondisi nyatanya di lapangan.

 

 

 

 

 

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: