UNNES Jalin Kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kuliah Umum bersama Kepala BIG

Pada Hari Kamis, 10 Oktober 2019 telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan judul “Pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi” yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Prof.Dr. Agus Nuryatin,M.Hum dengan Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc.Eng. Kerjasama tersebut berisi tentang pemanfaatan dan pengembangan iptek terkait informasi geospasial untuk pengembangan tridharma perguruan tinggi. Selanjutnya kepala BIG memberikan kuliah umum kepada dosen, mahasiswa dan tim MGMP Geografi Kota Semarang dengan topik “Peran dan Manfaat Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia” Acara diawali dengan perkenalan profil Bapak Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z.Abidin, M.Sc,Eng. yang disampaikan oleh Dr. Ir. Ananto Aji, M.S sebagai moderator. Acara kuliah umum dihadiri oleh 220 peserta yang terdiri dari 40 orang dari Tim MGMP Geografi Kota Semarang, dan 180 orang dari mahasiswa jurusan geografi UNNES.
Bapak Prof. Dr. Ir. Hasanudin Z.Abidin, M.Sc.Eng, menyampaikan peran informasi geospasial sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Informasi geospasial memiliki peran yang sangat besar di berbagai sektor baik sektor di darat, laut maupun udara. Namun sayangnya Indonesia masih kekurangan hidrografer atau ahli pemetaan dasar laut karena masih minimnya minat mahasiswa khususnya untuk mempelajari hal tersebut. Padahal pemetaan dasar laut sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di suatu negara.


Geospasial penting terutama di Indonesia. Indonesia negara yang sangat luas, jika tidak menggunakan bantuan peta akan mengalami kesulitan dalam meratakan pembangunan. Apalagi pembangunan di Indonesia berpatokan dengan SDG’s dimana unsur SDG’s tersebut berbasiskan lokasi. Pembangunan ‘holistik integratif’ dipaksa untuk diterapkan di pembangunan daerah agar semua aspek pembangunan efektif dan efisien.
Kebijakan pemerintah saat ini yang sedang berjalan di bidang informasi geospasial salah satunya adalah kebijakan satu peta atau One Map Policy yaitu mengintegrasikan data-data tematik di seluruh Indonesia. Kebijakan satu peta memudahkan implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah karena data bersumber dari satu lembaga yang dikelola oleh BIG dan dapat dipakai oleh lembaga lain. Pemusatan pengelolaan data spasial tersebut untuk menghasilkan berbagai peta tematik dengan satu sistem yang sama, contohnya sistem koordinat yang sama dan data dasar yang sama sehingga tidak ada data yang tumpang tindih di lapangan.
Badan Informasi Geospasial (BIG) menyediakan data informasi geospasial dasar. Data informasi geospasial lanjutan banyak disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintahan. Jadi mahasiswa geografi tidak harus bekerja hanya di BIG untuk menerapkan atau memanfaatkan informasi geospasial. BIG mempersilahkan mahasiswa untuk memanfaatkan data informasi geospasial dasar sebanyak-banyaknya, untuk skripsi maupun penelitian-penelitian lain. Data informasi geospasial dasar dapat diunduh secara gratis di tanahair.indonesia.go.id.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: